Ma kullu ilmin yustafadu dirosatuhu * la siyaman ilmuna az zahru al wahbiyyu
“Tidaklah semua ilmu hanya bisa dicari dengan mempelajarinya, namun ilmuku adalah pemberian dari sang maha mengetahui”.
Ilmu sufi adalah ilmu wahbi ; ilmu pemberian langsung dari Alloh swt, uang didapat hanya dengan jalan ketakwaan.
Sebagai penegas akan hal tersebut mari kita simak cerita menajubkan dari seorang tokoh panutan kita, zainal abidin cucu dari nabi Muhammad saw.
Diriwayatkan dari al asmu’I, bahwasannya beliau pernah berjumpa dengan sekelompok anak-anak yang sedang asik bermain dengn cerianya, namun dalam kecerian tersebut beliau mendapati ada sosok bocah kecil yang tidak ceria, bahkan ia menangis, anak tersebut kira-kira berumur 6 tahun. Beliau mengira bahwa ia adalah salah satu dari anak yatim kota tersebut lantas bergegas menghampirinya ingin mencari tahu penyebab kenapa ia tidak bermain dengan teman-teman sebayanya. Kemudian beliau bertanya, “wahai mengapa engkau tidak bermain ?. bocah itu terdiam. Lalu beliau mengualangi pertanyaan tersebut sebanyak tiga kali. Lalu anak itu menjawab, “wahai paman ; aku tidaklah diciptakan untuk bermain”. terperanjatlah Asmu’I mendengar jwaban yang jauh dari dugaan sebelumnya, beliaupun langsung menangis tersedu-sedu mendengarkan jawaban anak tersebut seraya berkata untuk keduakalinya. Wahai anakku, engkau masih kecil, tiada hisab atas segala perbuatanmu wahai anaku. Anak tersebut menjawab, “wahai pamanku, saya telah melihat ibu menyalakan appi dengan kayu kecil, kemudian ibu meletakkan lagi kayu yang lebih besar diatasnya, maka membesarlah api tersebut. Asmu’I pun semakin keras menangisnya.
“wahai anakku, jadi apakan yang akan engkau lakukan dalam hidupmu wahai anakku…?
“Sungguh aku telah mengetahui bahwasannya setiap detik-detik umurkunlebih berharga dari dunia dan seluruh isinya, karena itulah aku akan menggunakan umurku hanya untuk sesuatu yang lebih berharga dari dunia dan seisinya”.
Lalu sadarlah Asmu’I akan keberadaan anak tersebut, anak tersebut bukan lah anak biasa. Kemudian ia bertanya kepadanya, “wahai anakku siapakah gerangan engakau…?.
“saya adalah Ali bin imam Husein yang hingga sekarang beliau dikenal dengan sebutan ;zainal Abidin ; orang yang selalu beribadah, Zainal ibad; Zain as sajjad dan lain-lain julukan indah disematkan kepada beliau. Subhanalloh.
0 komentar:
Poskan Komentar