<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847</id><updated>2011-12-27T16:17:57.926+07:00</updated><title type='text'>study of islamic center</title><subtitle type='html'>study of islamic center adalah wadah pengembangan intelektual guna mengasah setiap individu untuk saling tukar informasi seputar keislamannn</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-3559401907479163250</id><published>2011-12-27T16:13:00.002+07:00</published><updated>2011-12-27T16:17:57.937+07:00</updated><title type='text'>Hukum Wasiat..(bedanya Wasiat, hadiah, Sedekah, Hibah, Waris</title><content type='html'>http://www.dar-alifta.org/ViewFatwa.aspx?ID=3859&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIBAH&lt;br /&gt;Berkenaan dengan definisi hibah (هِبَةٌ), As Sayid Sabiq berkata di dalam kitabnya [1] : “(Definisi) hibah menurut istilah syar’i ialah, sebuah akad yang tujuannya penyerahan seseorang atas hak miliknya kepada orang lain semasa hidupnya [2] tanpa imbalan apapun [3]”. Beliau berkata pula: “Dan hibah bisa juga diartikan pemberian atau sumbangan sebagai bentuk penghormatan untuk orang lain, baik berupa harta atau lainnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al Fauzan berkata: “Hibah adalah pemberian (sumbangan) dari orang yang mampu melakukannya pada masa hidupnya untuk orang lain berupa harta yang diketahui (jelas)”.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian makna hibah secara khusus. Adapun secara umum, maka hibah mencakup hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al ibra`: ( الإِبْرَاء) yaitu hibah (berupa pembebasan) utang untuk orang yang terlilit utang (sehingga dia terbebas dari utang).&lt;br /&gt;2. Ash shadaqah (الصَّدَقَة) : yaitu pemberian yang dimaksudkan untuk mendapatkan pahala akhirat.&lt;br /&gt;3. Al hadiyah ( الهَدِيَّة) : yaitu segala sesuatu yang melazimkan (mengharuskan) si penerimanya untuk menggantinya (membalasnya dengan yang lebih baik) [5].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya tentang perbedaan antara shadaqah dan hadiyah, dan mana yang lebih utama dari keduanya, beliau rahimahullah menjawab: “Alhamdulillah, ash shadaqah adalah segala sesuatu yang diberikan untuk mengharap wajah Allah sebagai ibadah yang murni, tanpa ada maksud (dari pelakunya) untuk (memberi) orang tertentu, dan tanpa meminta imbalan (dari orang yang diberi tersebut). Akan tetapi, (pemberian tersebut) diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Sedangkan hadiyah, maka pemberian ini dimaksudkan sebagai wujud penghormatan terhadap individu tertentu, baik hal itu sebagai (manifestasi dari) rasa cinta, persahabatan ataupun meminta bantuan. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima hadiah, dan berterimakasih atasnya (dengan memberinya hadiah kembali), sehingga tidak ada orang yang meminta atau mengharapkan kembali darinya. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam juga tidak pernah memakan kotoran-kotoran [6] (zakat atau shadaqah) orang lain yang mereka bersuci dengannya dari dosa-dosa mereka, yaitu shadaqah. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memakan shadaqah karena alasan ini ataupun karena alasan-alasan lainnya [7]. Maka (dengan demikian) telah jelaslah perkaranya, bahwa shadaqah lebih utama. Kecuali jika hadiyah memiliki makna tersendiri, sehingga membuatnya lebih utama dari shadaqah, seperti memberi hadiah kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di masa hidupnya sebagai tanda cinta kepadanya, atau memberi hadiah kepada kerabat, yang dengannya terjalinlah hubungan lebih erat antara kerabat, atau juga memberi hadiah kepada saudara seiman, maka hal-hal seperti ini bisa membuat hadiyah lebih utama (dari shadaqah)”[8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah Al Maqdisi berkata: “Kesimpulannya, hibah, shadaqah, hadiyah, dan ‘athiyah memiliki makna yang saling berdekatan. Makna ketiga istilah ini adalah penyerahan kepemilikan (seseorang kepada orang lain) pada waktu hidupnya tanpa imbalan balik apapun. Dan penyebutan ‘athiyah (pemberian) mencakup seluruhnya, demikian pula hibah. Sedangkan shadaqah dan hadiyah berbeda, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memakan hadiyah dan tidak pernah memakan shadaqah. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata ketika Barirah diberi daging shadaqah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هُوَ لَهَا صَدَقَةٌ وَلَنَا هَدِيَّةٌ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daging itu baginya adalah shadaqah dan bagi kami hadiyah".[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka zhahirnya, orang yang memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkan dengan berniat taqarrub kepada Allah adalah shadaqah. Sedangkan orang yang memberi sesuatu dengan tujuan untuk (melakukan) pendekatan kepadanya, dan dalam rangka mencintainya, maka itu adalah hadiyah. Dan seluruh (amalan-amalan) ini hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan (untuk dilakukan), karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَهَادُوْا تَحَابُّوْا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saling memberi hadiahlah sesama kalian, niscaya kalian saling mencintai".[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun shadaqah, maka keutamaannya jauh lebih banyak, di luar batas kemampuan kami untuk menghitungnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 271, yang artinya : Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu”.[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASIAT&lt;br /&gt;Makna wasiat (وَصِيَّةٌ) menurut istilah syar’i ialah, pemberian kepemilikan yang dilakukan seseorang untuk orang lain, sehingga ia berhak memilikinya ketika si pemberi meninggal dunia.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi ini jelaslah perbedaan antara hibah (dan yang semakna dengannya) dengan wasiat. Orang yang mendapatkan hibah, dia langsung berhak memiliki pemberian tersebut pada saat itu juga, sedangkan orang yang mendapatkan wasiat, ia tidak akan bisa memiliki pemberian tersebut sampai si pemberi wasiat meninggal dunia terlebih dahulu.[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARISAN&lt;br /&gt;Warisan berbeda dengan hibah ataupun wasiat. Warisan dalam bahasa Arab disebut at tarikah (التَّرِكَة). Definisinya menurut istilah syariat ialah, seluruh harta seseorang yang ditinggalkannya disebabkan dia meninggal dunia [14].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak-hak yang berkaitan dengan at tarikah (warisan) ada empat. Keempat hak ini tidak berada pada kedudukan yang sama, akan tetapi hak yang satu lebih kuat dari yang lainnya, sehingga harus lebih didahulukan dari hak-hak lainnya. Urutan empat hak yang berkaitan dengan at tarikah tersebut sebagai berikut:[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hak yang pertama, dimulai dari pengambilan sebagian at tarikah tersebut untuk biaya-biaya pengurusan jenazah si mayit (mulai dari dimandikannya mayit sampai dikuburkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hak yang ke dua, pelunasan utang-utang si mayit (jika memiliki utang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hak yang ke tiga, melaksanakan wasiatnya dari sepertiga tarikahnya setelah dikurangi biaya pelunasan utang-utangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hak yang ke empat, pembagian tarikah (harta warisannya) kepada seluruh ahli warisnya dari sisa pengurangan (dari ke tiga hak di atas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan singkat tentang hibah, wasiat dan warisan. Adapun permasalahan-permasalahan yang timbul di masyarakat, insya Allah akan diangkat pada edisi yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam, wa akhiru da’waana anil hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi Khusus/Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016] oleh : Abu Abdillah Arief Budiman&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Footnotes&lt;br /&gt;[1]. Fiqh As Sunnah (3/388).&lt;br /&gt;[2]. Karena jika penyerahan kepemilikan itu terjadi setelah dia meninggal, maka hal itu disebut wasiat.&lt;br /&gt;[3]. Karena jika dengan imbalan, maka hal itu disebut jual beli.&lt;br /&gt;[4]. Al Mulakhash Al Fiqhi (2/163).&lt;br /&gt;[5]. Fiqh As Sunnah (3/388).&lt;br /&gt;[6]. Maksudnya adalah kotoran dalam arti maknawi, bukan hissi.&lt;br /&gt;[7]. Sebagaimana hadits Al Fadhl bin Abbas z dalam Shahih Muslim (2/754 no.1072) dan lain-lainnya:&lt;br /&gt;إِنَّ هَذِهِ الصَّدَقَاتِ إِنَّمَا هِيَ أَوْسَاخُ النَّاسِ, وَإِنَّهَا لاَ تَحِلُّ لِمُحَمَّدٍ وَلاَ لآلِ مُحَمَّدٍ.&lt;br /&gt;Sesungguhnya shadaqah-shadaqah ini adalah kotoran-kotoran manusia, tidak halal bagi Muhammad dan keluarga Muhammad.&lt;br /&gt;[8]. Majmu’ Al Fatawa (16/151).&lt;br /&gt;[9]. HR Bukhari (2/543), Muslim (2/755), dan lain-lain.&lt;br /&gt;[10]. HR Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra (6/169), dan lain-lain. Dan Al Albani menghasankan hadits ini. Lihat Shahih Al Jami’, no.3004.&lt;br /&gt;[11]. Al Mughni (8/239-240).&lt;br /&gt;[12]. Lihat Al Mughni (8/389), Fiqh As Sunnah (3/414), Al Fiqh Al Manhaji (2/243), dan Al Mulakhash Al Fiqhi (2/172).&lt;br /&gt;[13]. Lihat Fiqh As Sunnah (3/414).&lt;br /&gt;[14]. Lihat Fiqh As Sunnah (3/425).&lt;br /&gt;[15]. Lihat Fiqh As Sunnah (3/425-426).&lt;br /&gt;[16]. Ibnu Hazm dan Asy Syafi’i mendahulukan pelunasan utang-utang kepada Allah, seperti zakat dan kaffarat-kaffarat di atas utang-utang kepada sesama manusia. Sedangkan ulama Hanafiyah mengatakan, bahwa utang-utang mayit kepada Allah gugur dengan sebab kematiannya, maka tidak wajib bagi ahli warisnya untuk melunasi utang-utangnya, kecuali jika mereka mau menyumbangkannya, atau jika si mayit berwasiat agar utang-utangnya tersebut dilunasi. Jika si mayit berwasiat dengan wasiat tersebut, maka hukum wasiatnya ini sama dengan wasiat yang ditujukan kepada orang asing (bukan ahli waris). Dengan demikian si ahli waris atau orang yang diwasiati hanya boleh mengeluarkan maksimal sepertiga at tarikah setelah dikurangi biaya pengurusan jenazah dan setelah pelunasan utang-utang (si mayit) kepada sesama manusia. Hal ini dilakukan jika si mayit memiliki ahli waris. Jika dia tidak memiliki ahli waris, maka boleh dikeluarkan dari seluruh tarikahnya itu. Sedangkan ulama Hanabilah, mereka menyama-ratakan antara utang-utang kepada Allah dan kepada manusia. Lihat Fiqh As Sunnah (3/425-426).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-3559401907479163250?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/3559401907479163250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2011/12/hukum-wasiatbedanya-wasiat-hadiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/3559401907479163250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/3559401907479163250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2011/12/hukum-wasiatbedanya-wasiat-hadiah.html' title='Hukum Wasiat..(bedanya Wasiat, hadiah, Sedekah, Hibah, Waris'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-4500106111305242885</id><published>2010-02-28T22:45:00.001+07:00</published><updated>2010-02-28T22:46:42.812+07:00</updated><title type='text'>Ihsan adalah Tujuan</title><content type='html'>Ihsan adalah Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari pembagian martabat dalam beragama adalah ihsan, 3 hal tersebut tidak dapat dipisahkan bahkan saling mengauatkan, dan pengamalannya berdasarkan Tingkatan. Menjalankannya beruutan hingga pada akhirnya mencapai kederajat Ihsan. Jikalai seorang hamba baru melaksanakan hokum syariat secara dhohir saja maka ia baru melaksanakan 1/3 dari agamanya . kesemua tingkat tersebt harus terlaksana dan trlewati sebagaimana firmanNya; &lt;br /&gt;“tsumma ittaqou wa ahsinuu wa allohu yuhibbu al muhsiniin”&lt;br /&gt;“inna alloha ma’a al lazdina jaahaduu fiina lanahdiyannahum subulanaa wa inna alloh ma’a al muhsiniin”&lt;br /&gt;“inna rohmata allohi qoriibun min al muhsiniin”&lt;br /&gt;Beeradasarkan aya-ayat diatas menjelaskan bahwa setiap hamba berkwajina secara pribadi “fardhu aini” untuk selalu meneladani dan menguti jejak para al muhsiniin, baik di duania dan akhirat. firmanNya; &lt;br /&gt;“inna al muttaqiin fi jannaatin wa ‘uyuunin farihiina bima aataahum robbuhum innahum kaanuu qobla dzaalika muhsiniin. Kaanu qoliilaan min all alaili yahja’uuna wa bi al ashari hum yastaghfiruna wa fi amawalihim haqqun li assaailiin wa al mahruum”&lt;br /&gt;Rukun Islam dan Sunnahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana hadist mengatakan bahwa amalan sunnah adalah amalan penyempurna bagi setiap amalan fardhu, jikalau ada amalan fardhu yang kurang sempurna. Karena amalan yang pertma kali di haisab adalah amalan fardu, jikalau baik fardhunya maka baiklah seluruh amalannya, jikalau tidak sepurna maka amalan suannah lah yang akan menyempurnakannya.&lt;br /&gt;1. As syahadah adalah rukun islam yang pertama. Yang pertama adalah persaksian bahwa tiada tuhan selain Alloh dan yang kedua persaksian terhadap Muhammad adalah utusanNya. Keduanya adalah wajib diucapkan bagi setiap hamba yang muslim. Adapun sunnah dari syahadat tesebut amalan yang hanya dikhusus kan oleh Alloh untuk umat Muhammad saw. Amalan sunnah dari syahadat yang pertama adalah zikir dengan aneka macamnya. Yang didalam al-Qur`an mereka dikenal dengan sebutan Ahlu dzikri. firmanNya ; “fasaluu ahla adz dzikri inkuntum la ta’lamuun”&lt;br /&gt;Adapun sunnah dari persaksian yang kedua adalah bershalawat dengan enka macam lafaz dan tingkatannya.  Hal tersebut dipertegas dalam Al Qur`an ;&lt;br /&gt; “qod aflaha man tazakka wa dzkara isma robbika fa sholla” (Sungguh beruntung orang yang membersihkan hati dan jiwanya dari segala kotoran, dan kemudian berzikir dengan menyebutkn nama tuhannya “ALLOH”, dan kemudian bersholawat). &lt;br /&gt;Tazakka bentuk kata kerja dari masdar at tazkiyah yang berarti pembersihan jiwa; pembersihan dari segala kotoran yang menumpuk dan mengotoi kebersihan hati, dalam al qur`an kotoran tersebut sikenal dengan “Al-Ron”, hal itu diakibatkan kemaksiatan dan dsa yang dilakukan detiap harinya.&lt;br /&gt;FirmanNya; kalla bal roona ‘ala quluubihim maa kaanu yaksibuun”&lt;br /&gt;Sabda nabi ; “inna al ‘abda idz akhthoa khothiatan nakata fi quluubihi nuktatan sauda`, fa in huwa naza’a wa istaghfaro wa taaba taqula qolbuhu, fain ‘ada ziida fiiha hattaa ta’luu qolbuhu fahuw alladzi al roon” (H.R. An nasai dari abu hurairoh.)&lt;br /&gt;Hasan bashry seorang sufi yang hidup di zaman tbi’in menambahkan pengertian al roon, ia adalah bertambah dan bertumpuknya dosa hingga mengakibatkan hati buta dan akhirnya mematikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna As Sholah dalam lanjutan ayat diatas, bisa bermakna banyak dianaranya adalah do’a, sholat, atau shalawat.&lt;br /&gt;Mari kit bahas bersama guna menentukan manakah mankna yang paling bersesuaain dengan text diatas. Pertama andaikan As Sholah diartikan sholat dardhu, maka kurang tepat karena alloh telah meletakkan as sholah didahului oleh dzikir, yang merupakan ibadah sunnah. Jadi dengan pendekatan ini assholah bermakna sholawat terhadap nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat ditarikkesimpulan dari penjelasan diatas, barang siapa yang tidak mengamalkan sunnah syahadat (zikir dan shalawat), maka ia termasuk orang yang mengingkari sunnah dan al qur`an.&lt;br /&gt;Firman Nya ; “yaa ayyuha allaldziina aamanuu, udzkuruu alloha dzikron katsiirn”&lt;br /&gt;“wa adz dzzkiriina alloha katsiiron wa adz dzaakirooti”&lt;br /&gt;Sabda nabi ;”maa yazaalu yatqoorobu ilayya bi annawafili hatta uhibbuhu”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-4500106111305242885?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/4500106111305242885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/ihsan-adalah-tujuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/4500106111305242885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/4500106111305242885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/ihsan-adalah-tujuan.html' title='Ihsan adalah Tujuan'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-1427836650286254116</id><published>2010-02-28T22:43:00.001+07:00</published><updated>2010-02-28T22:44:06.550+07:00</updated><title type='text'>Martabat Ihsan (Derajat Ihsan)</title><content type='html'>Martabat Ihsan (Derajat Ihsan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihsan adalah suatu ilmu yang di anugrahkan Alloh kepada Nabi Muhammad saw, namun diperintahkan untuk merahasiakannya dikala peristiwa Isra` dan mi’raj, dikarenakankeagungannya. Ilmu ini juga dikenal dengan ilmu al Yaqin (dalam istilah Al Qur`an),atau Ilmu Al Haqiqah (dalam istilah Tasawwuf).&lt;br /&gt;Amalana pada tingkat ini juga di sebut Al Abudah, yang ketaatan dan amalan ibadahnya semuanya berhubungan dengan ruh. Adapun pembagian ihsan terbagi menjadi 2 bagian ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Ihsan Shoghir ;Sebagaimana sabdanya ;”an ta’buda alloh ka annaka tarohu” (Engau emnyembahnya seperti halnya engkau melihatNya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Ihsan Kabir ; “fa in lam takun tarou fa innahu yaroka” (jikalau engkau tidak bisa melihatya, maka beribadahlah kepadaNya sesungguhnya Ia melihatmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deerajat ini adalah derajat yang pernah dicapai oleh para sahabat nabi yang diantaranya adalah ; Sayyidina Abu bkar As Siddiq, Dikala beliau mampu melihat sesuatu dirahim anaknya, Sayyidina umar bin Khittob ra, dikala beliau berbicara dan mengomando sekelompok pasukan muslimin yang sedang berperang, namun disaat itu beliau sedng berkhutbah tanpa hadir langsung di medang perang. Ali Bin Abi Tholib, dan Asif Bin barhiya, adalah sosok wali yang hidup dikala zaman nabi Sulaiman As, dikala beliau mampu memindahkan singgasana Ratu Balqis dalam kejapan mata. Maka tidaklah mengherankan jikalau seorang hamba pada tataran ini dikarunia ilmu dan kemampuan yang sangat luar biasa, tidak ada yang samar, dan kabur dihadapannya, Al Qur`an dihadapannya adalah muhkam semuanya, tidak ada yang mutasyabih baginya, sebagaimana di firmankan oleh Alloh dalam surah al imran ayat 7 ; “wa ma ya’lamu ta`wilahu illa allohu wa arrosikhuuna fi al ilmi”. Karena mereka di anugerahi sifat-sifat yang dimiliki oleh Alloh swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tatacara amalan takwanya adalah dengan pengenalan yang mendalam terhadap Alloh swt, sebagaimana sabda beliau saw, “ana a’rofukum bi allohi, wa ana akhwafukum minhu” (saya adalah orang yang paling mengenalNya dan paling takut diabanding kalian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan-tingkatan (maqom) pada martabat Ihsan disusun menjadi 5 tingkatan;&lt;br /&gt;1. At taufiq; adanya kesesuaian antara keinginan hamba dengan apa yang diperintahkan oleh Alloh swt, firmanNya “wa ma taufiqii illa billahi”&lt;br /&gt;2. At tafwid; (tarku al hillah) adalah bentuk amalan dengan meninggalkan aneka macam cara dikala cara dan pintu keluar sudah tertutup. Pada tatarn ini seorang hamba percaya bahwa yang diberikan kepadanya adalah hal yang terbaik untuknya, sihingga tidak protes atas segala takdirNya. firmanNya  “wa ufawwidu amri ila allohi”&lt;br /&gt;3. At tawakkal; adalah derajat yang dicapai oleh nabi luth as.&lt;br /&gt;4. At taslim ; adalah maqam tertinggi dalam keakwaan kapadaNya, sebagaimana dicontohkan oleh nabi Ibrahim as, disaat beliau diceburkan kedalam kobaran api, kemudian datanglah malakat Jiril menawarkan pertolongan sambil berkata ;”apakah engaku perlu bantuan?” Ibrahim as menjawab ;”jaikalau bantuan itu datangnya dari engkau maka aku tidak membutuhkannya, namun jika dari Alloh swt, maka cukuplah Alloh mengetahi akan keberadaanku sekarang”.&lt;br /&gt;FirmanNya ;”idz qola lahu robbuhu aslim, qoola aslamtu li robbi al ‘alamin” dan “balaa man aslama wajhahau lillahi wahuwa muhsin”.&lt;br /&gt;5. Al mahmud ; Tingkatan khusus yang khusus Alloh berikan kepada nabi Muhammad saw, yaitu hanya kepada kekasihNya. Disebut juga “maqom wikalah nabawiyah”.&lt;br /&gt;FirmanNya ; “la ilaha illa huwa fattakhidzhu wakiila”&lt;br /&gt;Istiqomah ibadahnya adalah dengan terus menerus musyahadah; melihat Alloh dalam segala amalan dan perbuatan. Jikalau lalai maka itu adalah dosa nya dan cara bertaubatnya adalah dengan kembali bermusyahadah. &lt;br /&gt;FirmanNya ; “maa zaagho al bashoru wa maa thogho”&lt;br /&gt;Mereka bertawassul dengan hamba-hamba yang benar-benar dekat dengan Alloh swt, dan mulia di sisiNya, seperti para Nabi dan Auliya.&lt;br /&gt;Seperti halnya yang pernah dilakukan rasul disaat wafatnya Fatimah binti asad beliau bersabda ; “allohumma inni atawassalu ilaika binabiyyika wa al auwliyai min qoblii”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-1427836650286254116?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/1427836650286254116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/martabat-ihsan-derajat-ihsan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/1427836650286254116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/1427836650286254116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/martabat-ihsan-derajat-ihsan.html' title='Martabat Ihsan (Derajat Ihsan)'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-6825486594705302796</id><published>2010-02-28T22:40:00.000+07:00</published><updated>2010-02-28T22:41:19.628+07:00</updated><title type='text'>Martabat Iman (Derajat keiamanan)</title><content type='html'>Martabat Iman (Derajat keiamanan)&lt;br /&gt;Adalah suatu ilmu yang diperbolehkan bagi nabi Saw, untuk menyampaikannya, yang beliau peroleh disaat beliau melakukan isra` dan mi’raj. Ilmu ini juga dikenal dengan istilah ilmu Ainu al yaqin dan Ilmu Thoriqoh dalam istilah Al Qur`an.&lt;br /&gt;- Setiap amalan pada tingkatan ini berada pada tataran ubudiyyah; yaitu amalan yang di lakukan tanpa mengahrap keuntungan apapunn dari –Nya, atupun terhindar dari segala mara bahaya, Namun amalan itu justru dilakukan juga oleh hati, begitu pula zikirnya dengan menggunakan “qolb” hati. (Zikru Al Qolb).&lt;br /&gt;- Cara bertkawanya adalah dengan menjaga anugerah yang telah diberikan Alloh, seperti selalu  mengagungkan syi’ar Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wa man yu’adhim sya’airilah fa innaha min taqwa al qulub” (barang siapa yang menagungkan syi’ar Alloh, maka sesungguhnya Ia adalah bagian dari amalan hati yang bertaqwa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dosa pada tataran ini adalah segala hal yang  menyebabkan lupa untuk selalu berzikir atau ingat kepada-Nya. Jikalau berdosa maka cara bertaubatnya adalah dengan kembali berzikir. Sebagaimana firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wa la takun min al ghofilin” (janganlah engkau menjadi bagian darii orang yang lalai -mengingatku-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keistiqomahan pada tingkatan ini adaah selalu zikir, dan cara bertawassulnya adalah dengan asma-asma ilahiyah “asma al husna”. Yang pada akhirnya dapat menyapaikan kederajat kecintaan kepada Alloh dan rosul-Nya, sebagaimana hadist riwayat muslim;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“al iman bid’un wa sab’un su’batan, afdholuha qoulu La ila ha illa alloh”, wa adnaha imathotu al adza  ‘an at ththoriqi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ibadah Sunahnya adalah zikir dan shalawat kepada nabi, sebagaimana umumnya muslim, setelah melakukan ibadah yang dilakukan badaniah pada tataran islam dengan pelaksanakan rukunnya, maka sunnah nya adalah dengan menambahkan perkara sunnah dalam setiap pelaksanaa wajib dalam rukun islam, &lt;br /&gt;1. seperti zikir dan shlawat adalah amalan sunnah dari badah wajib syahadat, &lt;br /&gt;2. Aneka macam Shalat sunnah adalah amalan sunnah dari rukun yang kedua yitu melaksanakan ibadah wajib.&lt;br /&gt;3. Sedekah adalah amalan sunnah dari pelaksanaan zakat, &lt;br /&gt;4. Puasa sunnah adalah ibadah tambahan selain pelaksanaan fardu  berpusa.&lt;br /&gt;5. Terakhir umrah dan haji adalahamalan sunnah setelah pelaksaan wajib Haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, amalan sunnah adalah payung dari amalan fardhu, sebagaimana firmanNya dalam hadist Qudsi. &lt;br /&gt;“wa la yazaalu ‘abdii yataqorrob ilyya bi annawafil hatta uhibbuh” (Aku akan selalu mencintai hamba yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnahnya).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-6825486594705302796?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/6825486594705302796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/martabat-iman-derajat-keiamanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/6825486594705302796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/6825486594705302796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/martabat-iman-derajat-keiamanan.html' title='Martabat Iman (Derajat keiamanan)'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-322272012027705797</id><published>2010-02-28T22:27:00.001+07:00</published><updated>2010-02-28T22:30:05.866+07:00</updated><title type='text'>Martabat islam “Derajat ke-islman”</title><content type='html'>Martabat islam “Derajat ke-islman”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah di singgung di atas, bahwa martabat islam dapt disebut dengan &lt;br /&gt;‘ilmu al yaqin. Dalam bahasa Al Qur`an, islam adalah ilmu yang diperintahkan Nya, kepada nabi agar di sampaikan kepada ummat.&lt;br /&gt;“yaa ayyuha arrosul, balligh ma unzila ilaika min robbika” (wahai Rasul sampaikanlah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-kepada ummatmu-, apa yang telah Aku turunkan kepadamu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara umum martabat islam, adalah ilmu Asy syari’ah; Yang membahas hukum atau muamalah secara lahiriah saja. Sedangkan pelaksanaan pada tingkatan ini disebut juga dengan ibadah badaniah yang dilaksanakan oleh anggota badan, sebagaimana yang pelaksanakan ketika menjalankan seluruh rukun dalam islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pengucapan syahadat, diemban  oleh lisan, sholat dilaksanakan oleh seluruh anggota badan, begitu pula dengan Haji, Puasa dan Zakat. Kesemuanya adalah amaliyah badaniah, yang tidak akan terlaksana sempurna jikalau badan tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Adapun Tingkatan dosa yang dilakukan pada tingkatan ini, juga merupakan amalan yang dilakukan badan, misalnya ; mencuri, minum khamr, zina, membunuh dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Adapun cara bertaubatnya adalah dengan melepas dan meninggalkan seketika, dengan disertai rasa sesal atas hal yang telah dilakukan kemudian berniat untu tida melaukan nya kembali dimasa selama- lamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Diperbolehkan bagi hamba yang masih dalam tingkatan ini, bertaawassul dengan amalan badaniahnya, sebagaimana cerita 3 pemuda yang terjebak reruntuhan didalam Gua, hingga ia tidak bisa keluar, namun mereka berdoa kepada Alloh dengan menyandarkan doanya dengan amalan-amalan yang telah mereka lakukan sebelumnya, dan atas seizing-Nya terbukalah pintu Gua tersebut, Sebagaimana di ceritakan dalam hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada tingkatan ini pula, seorang hamba juga diperintahkan bezikir; Cara berzikirnya pun masih sebatas penggunaan anggta tubuh yaitu lisan, yang dikenal dengan sebutan Zikru Al lisan; Ia adalah termasuk dari zikru al-qolil; adalah Zikru al ghoflah, serta zikir pada tahapan ini adalah kalimat thoyyibah “laa ilaaha illa alloh”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-322272012027705797?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/322272012027705797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/martabat-islam-derajat-ke-islman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/322272012027705797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/322272012027705797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/martabat-islam-derajat-ke-islman.html' title='Martabat islam “Derajat ke-islman”'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-3863745101130502690</id><published>2010-02-28T22:19:00.000+07:00</published><updated>2010-02-28T22:21:07.879+07:00</updated><title type='text'>Definisi al ibadah, al ubudiyah, dan al ‘abudah</title><content type='html'>Perbedaan Definisi ibadah, ubudiyah, dan al ‘abudah&lt;br /&gt;1. Al ‘ibadah adalah sesuatu amalan yang dilakukan oleh hamba, guna mendapatkan ridha dari tuannya, agar masuk kedalam surganya, dan dijauhkan dari siksanya di neraka. Tingkatan amaliyah ini merupakan Tingkatan paling mendasar dalam kehambaan, atau di sebut dengan Tingkatan islam / Ilmu al yakin / Ilmu syariah.&lt;br /&gt;2. Al ‘Ubudiyyah adalah amalan seorang hamba, yang dilakukan untuk mencari keridhoan Alloh Swt, tanpa mengharapan balasan apapun dari Nya. Tingkatan ini di sebut dengan Martabat Iman, Tau Ainul Yaqin, ilmu Thoriqoh.&lt;br /&gt;3. Al ‘Abudah adalah ketaatan seorang hamba untuk mencari ridho Alloh Swt, yang di di landasi atas anugrah alloh untuknya, bahwa ketaatannya adalah berasala dari pertolonga-Nya, dan kekuatan-Nya tanpa  henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan ini di khususkan bagi para orang shalih, yang telah mencapai pada martabat al ihsan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalur dengan ini mari kita cuplik petikan dari sayyidi Ibrahim al qursyi ad dasqi Ra, Beliau Berkata : “berhati-hatilah wahai engkau saudaraku, dikala engkau mengaku-aku, bahwa engkau telah melakukan perbuatan, atas kehendakmu sendiri, ketahuilah bahwa jika engkau berpuasa, maka sungguh Alloh Swt, telah emberimu kemamuan untuk itu”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-3863745101130502690?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/3863745101130502690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/definisi-al-ibadah-al-ubudiyah-dan-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/3863745101130502690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/3863745101130502690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/definisi-al-ibadah-al-ubudiyah-dan-al.html' title='Definisi al ibadah, al ubudiyah, dan al ‘abudah'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-8451443614034289490</id><published>2010-02-28T22:17:00.000+07:00</published><updated>2010-02-28T22:19:02.052+07:00</updated><title type='text'>Maratib Ad Diny “Tingkatatan dalam agama”</title><content type='html'>Maratib Ad Diny “Tingkatatan dalam agama”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martbat dalam agama islam terbagi menjadi 3 tingkatan yaitu:&lt;br /&gt;1. Islam&lt;br /&gt;2. Iman &lt;br /&gt;3. Ihsan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana di jelaskan dalam hadis dikala nabi Saw, dan para sahabat sedang berkumpul, tiba-tiba didatangi oleh seseorang, yang ternyata seseorang itu adalah malaikat dalam rupa manusia, menanyakan kepada beliau tentang hakikat dari islam islam, iman, dan ihsan, dan hari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian tersebut jg dikuatkan leh al Qur’an namun dengan istilah lain, namun memiliki kesamaan tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ilmul yakin (islam) “kalla lau ta’lamuuna ilma al yaqiin, latarawunna al jahiim”&lt;br /&gt;2. Ainul Yakin (Iman) “ tsumma latarawunnaha a’ina al yaqin”&lt;br /&gt;3. Haqqul yakin (Ihsan) “ inna hadza lahuwa al yaqiin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam versi lain, maratib addin juga dikenal dengan bahasa yang lain, diantaranya adalah “&lt;br /&gt;1. Ilmu syari’ah&lt;br /&gt;2. Ilmu thariqoh&lt;br /&gt;3. Ilmu Haqiqah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-8451443614034289490?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/8451443614034289490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/maratib-ad-diny-tingkatatan-dalam-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/8451443614034289490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/8451443614034289490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/maratib-ad-diny-tingkatatan-dalam-agama.html' title='Maratib Ad Diny “Tingkatatan dalam agama”'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-7795164616641967501</id><published>2010-02-28T22:13:00.001+07:00</published><updated>2010-02-28T22:17:25.695+07:00</updated><title type='text'>kisah asmu'i dan zainal abidin; cucu rasul</title><content type='html'>Ma kullu ilmin yustafadu dirosatuhu    *   la siyaman ilmuna az zahru al wahbiyyu&lt;br /&gt;“Tidaklah semua ilmu hanya bisa dicari dengan mempelajarinya, namun ilmuku adalah pemberian dari sang maha mengetahui”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu sufi adalah ilmu wahbi ; ilmu pemberian langsung dari Alloh swt, uang didapat hanya dengan jalan ketakwaan.&lt;br /&gt;Sebagai penegas akan hal tersebut mari kita simak cerita menajubkan dari seorang tokoh panutan kita, zainal abidin cucu dari nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwayatkan dari al asmu’I, bahwasannya beliau pernah berjumpa dengan sekelompok anak-anak yang sedang asik bermain dengn cerianya, namun dalam kecerian tersebut beliau mendapati ada sosok bocah kecil yang tidak ceria, bahkan ia menangis, anak tersebut kira-kira berumur 6 tahun. Beliau mengira bahwa ia adalah salah satu dari anak yatim kota tersebut lantas  bergegas menghampirinya ingin mencari tahu penyebab kenapa ia tidak bermain dengan teman-teman sebayanya. Kemudian beliau bertanya, “wahai  mengapa engkau tidak bermain ?. bocah itu terdiam. Lalu beliau mengualangi pertanyaan tersebut sebanyak tiga kali. Lalu anak itu menjawab, “wahai paman ; aku tidaklah diciptakan untuk bermain”. terperanjatlah Asmu’I mendengar jwaban yang jauh dari dugaan sebelumnya, beliaupun langsung menangis tersedu-sedu mendengarkan  jawaban anak tersebut seraya berkata untuk keduakalinya. Wahai anakku, engkau masih kecil, tiada hisab atas segala perbuatanmu wahai anaku. Anak tersebut menjawab, “wahai pamanku, saya telah melihat ibu menyalakan appi dengan kayu kecil, kemudian ibu meletakkan lagi kayu yang lebih besar diatasnya, maka membesarlah api tersebut. Asmu’I pun semakin keras menangisnya.&lt;br /&gt;“wahai anakku, jadi apakan yang akan engkau lakukan dalam hidupmu wahai anakku…? &lt;br /&gt;“Sungguh aku telah mengetahui bahwasannya setiap detik-detik umurkunlebih berharga dari dunia dan seluruh isinya, karena itulah aku akan menggunakan umurku hanya untuk sesuatu yang lebih berharga dari dunia dan seisinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sadarlah Asmu’I akan keberadaan anak tersebut, anak tersebut bukan lah anak biasa. Kemudian ia bertanya kepadanya, “wahai anakku siapakah gerangan engakau…?. &lt;br /&gt;“saya adalah Ali bin imam Husein yang hingga sekarang beliau dikenal dengan sebutan ;zainal Abidin ; orang yang selalu beribadah, Zainal ibad; Zain as sajjad dan lain-lain julukan indah disematkan kepada beliau. Subhanalloh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-7795164616641967501?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/7795164616641967501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/kisah-asmui-dan-zainal-abidin-cucu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/7795164616641967501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/7795164616641967501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/kisah-asmui-dan-zainal-abidin-cucu.html' title='kisah asmu&apos;i dan zainal abidin; cucu rasul'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-7529407436047817677</id><published>2010-02-21T22:28:00.003+07:00</published><updated>2010-02-21T22:37:07.791+07:00</updated><title type='text'>Tasawwuf</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alaa lillahi ad dinu al kholish &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agama tdak bisa dikatakan sempurna kemurnianya kecuali telah terpenuhi setiap tingkatannya. Begitupula setiap bangunan tidak akan bisa dikatakan bangunan sempurna, kecuali telah terpenuhi masing-masing komponennya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan beragama terbagi menjadi tiga bagian pokok penting yaitu :&lt;br /&gt;1. Sesuatu yang berhubungan dengan hamba secara lahiriah&lt;br /&gt;2. Sesuatu yang berhubungan dengan hamba secara bathini&lt;br /&gt;3. Sesuatu yang berhubungan dengan hamba secara ruhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba jikalau melakukan ritual ibadah jasmani (badaniah) sedangkan hatinya masih lalai, maka ia masih dianggap lalai, begitupun selanjutnya jikalau hati ssudah dapat khusyu namun ruhnya lalai dalam menjalankan ibadah maka kembali masih dianggap lalai. Jaid seharausnya seorang hamba dikala melakukan ibadah hendaknya ia selalu menghadirkan Alloh SWT secara keseluruhan baik jasad hati dan ruh secara bersamaan.&lt;br /&gt;Definisi AD-DIN ( Agama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para Ulama  tasawwuf beliau menggambarkan sebagaimana Alloh SWT adalah Ad dain; Sang pemberi hutang, sedangkan manusia adalah al Mudayyin ; pihak yang berhutang kepada Alloh SWT. Untuk lebihjelasnya marilah kita simak sebuah cerita berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat  beberapa sahabat pernah berbincang dengan nabi Muhammad Saw, Wahai nabi, ayahku adalah orang yang kaya, namun beliau mendadak meninggal sebelum beliau melaksanakan haji, bagiaman ini wahai Rasul?. Sahabat lain pun bertanya pula, Wahai rasul ayahku juga telah wafat, namun terdapat 2 hari, dimana beliau tidak melaksanakan Shalat fardhu. Wahai Rasul bagaimana saya menyikapi hal tersebut?. Sahabat yang ketiga pun tidak ketinggalan bertanya kepada beliau, wahai rasul ayahku telah meninggal dunia namun beliau belum sempat menunaikan segala piutangnya, bagaimana ini Rasul?. Rasul SAW menjawab : Apakah kalian tahu siapakah yang behak mewarisi harta ayah kalian yang telah meninggal dunia?. Mereka seraya menjawab; tentu kami yang mewarisinya.Rasul bertanya lagi, andai ayah kalian memiliki hutang, maka siaakah yang berkewajiban menyelesaikan segala piutangnya?. Kami semua wahai Rasul. Lalu Rasul bersabda: “Dinulloh ahaqq an yuadda” Hutang terhadapa Alloh justru lebih berhak ditunaikan terlbih dahulu dari pada yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Menurut pendapat mazhab malikiyah, mereka membolehkan penanggungan tعrhadap segala hutang sang ayah dilakukan oleh anak-anaknya, seperti melaksanakan kewajiban yang penah ditinggalkan oleh sang ayah seperti: Shalat, puasa, zakat, Haji. Hal ini diperkuat hadis rasul dikala beliau enggan melaksanakan shalat mayyit, hingga segala hutang sang mayyit telah ditanggung oleh ahli warisnya.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Syari’ah dan thaiqoh adalah dua perkara yang tidak dapat terpisahkan, keduanya terbang ke angkan berkumpul dan saling menyempurnakan. Ia ibarat dua belah sayap yang saling menguatkan hingga dapat menerbangkan sang burung terbang ke angkasa luas, sag burung itu adalah tasawwuf yang merupakan sarana untuk dapat mendekatkan diri kehadiratnya yang maha tunggal. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidaklah menghrankan jikalau ada suatu kelompok manusia yang tidak melaksanakan keduanya secara bersamaan bahkan merkea telah mengatakan “ kamilah yang telah melaksanakan syari`at secara sempurna, karena itu kami tidak perlu lagi melaksanakan shalat pusa, zikir dan sebagainya, karena keseharian kami telah menyatu dengan apa yang dikehendaki oleh Nya.” Nauzdu billah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal banyak sekali tuntunan al Qur`an dan hadist yang mengajarkan kita perlunya memahami tasawwuf (beribadah) dengan sempurna tanpa melalaikan satu yang penting diantara dua ; syari`ah dan thoriqoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya ayyuha alladziina amanuu sholluu `alaihi wasallimuu tasliima….&lt;/span&gt;(alloh menegaskan agar manusia banyak bershalawat kepada rasul, mengapa demikian, sehebat apaka beliau, ada apa dengan beliau, apa yang beliau lakukan selama hidupnya,perkataanya , amaiyahnya, syariat beribadahnya. Pantaslah kita sebagai uma Muhammad selalu menujunjung beliau dengan mempelajari semua amaliahnya dan mengikuti apa saja yang telah beliau ajarkan kepada para sahabat, hingga sampai kepada kita sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laqod kaana lakum fi rosulillah uswatun hasanah liman kana yarju alloh wal yauma al akhir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fasaluu ahla azd dzikri inkuntum la ta’lamuun …&lt;/span&gt;..alloh swt menjaga umat manusia dengan mengutus para rasul pada setiap uamat dikala kerusakan ada dimana-mana, setelah rasul Muhammad wafat, kemudian peranan beliau beralih kepada ulama sebagai pewaris mutlak tugas risalah dengan kata laian seorang ulama yang benar berhak mewarisi semua kemampuan yang dimiliki rasu haruslah dapat dilihat dengan cirri-ciri yang menempela pada diri seorang ualam, apakah beliau telah memeiliki cirri-ciri yang sama,  sebagaimana dimiliki oleh rasul. Karena seorang pewaris tentu akan memiliki harta dan kekuasaan yang sama besarnya sebagaimana yang dimiliki oleh sang ayah. Rasul adalah ibarat ayah, dan ulama adalah anak, rasul mengetahui segala hal tentang islam, ilmu beliau tanpa batas, beliau mengetahui Alloh dengan detail, beliau tidak berguru kepada manusia, ilmu belia adalah ilham dari Alloh melalui jibril AS, ilmunya tidak pernah habis karena selalu di cash ;ibarat baterai cash, yang selalu menempel dengan listri yang tidak akan habis guna. Itulah cirri-ciri ulama yang menggantikan posisi pengemban risalah rasul. Madad ya syekh maulana mukhtar ad dasuqi.&lt;br /&gt;Banyak sekali hadist yang menerangkan bahwasannya rasul yang telah mendapat garansi masuk surge namun amaliah beliau semakin bertambah, terbukti luka memar kaki nabi karena lama ibadah malam beliau dalam melaksanakan shalat. Subhanaalloh. Bukankah ini bagian dari syari`at!!!!!!!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Syari`at adalah segala ucapan dan perbuatan rasul, hingga menuup kemungkinan bagi umat Muhammad utuk tidak melakukan rutinitas amaliyah yang tela dilaksanakan oelh rasul saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rasul bersabda : barang siapa mengamalkan ilmu  yang telah ia ketahui, maka Alloh akan mewariskan ilmu yang belum ia ketahui sebelumnya. man amila bima alima, awrotsa allohu  ilma ma lam yakun ya’lam. Lafazd amila  dalam hadist adalah artikulasi dari makna thoriqoh (jalan, tatacara), sedangkan kat ilmu adalah manifestasi dari pengertian syari’ah, dan terakhir ilmu ma lam yakun ya’lam ,adalah hakikat ”buah” dari sebuah perjalanan awal kemudian dikuti dengan bagaimana menggunakan jalan tersebut hingga pada akhirnya akan sampai kepada suatu tujuan dari sebuah akhir perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Alloh berfirman : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ittaquu alloha wa yu’allimukum allohu&lt;/span&gt;. Bertakwalah kalian dengan takwa yang sebenarnya, Alloh akan mengajarkan kalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceeritakan sayyid Muhammad al bakri, bliau adalah seorang syaikh al azhar (pemimpin tertinggi ulama Al Azhar Mesir) pada waktu itu, yang sekaligus seorang mufti dan imama besar masjid sayyidina husain yang terletak tepat berhadapan dengan masjid al azhar (sekarang). Beliau juga seorang sufi ahli thoriqoh, beliau meninggalkan  seorang putra yang masih kecil bernama Mustafa al bakry, setelah sepeninggal sang ayah Mustafa kecil dalam kesehariannya tidak pernah lepas dari bermain layaknya seorang bocah, namun pada suatu ketika sang ibu bertkata  kepadanya ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ wahai anakku, ayahmu adalah seorang ulama besar yang alim, beliau adalah panutan ummat, anakku Mustafa, bisakah engkau mengikuti dan mejadi seperti beliau, dan meninggalkan aktifitas bermainmu wahai anakku…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kemudian Mustafa kecilpun segera masuk rumah, namun ia bergegas mengenakan  baju kebesaran saying ayah, layaknya seorang ualama besar, lantas pergi menuju ruang khudaiwy yang telah dipenuhi sekumpulan pembesar ulama pada waktu itu. Tentu saja dengan melihat kejadian dengan kedatangana sang bocah dengan mengenakan baju kebesaran sang syekh, seluruh pandangan trtuju kepada Mustafa kecil, seraya mengingat memeori sang syekh dikala masih hidup, lalu mereka pun menangis tersedu-sedu, haru dan sedih akan nasib yang ditimpa oleh Mustafa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu merekapun bertanya kepadanya ; wahai anakku, apa sebab yang telah membawamu hingga engkau dating kemari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mustafa mejnawab : wahai paman saya mendengar bahwa kalian berkumpul di tempat ini ingin membahas tentang kelanjutan tugas-tugas ayahku yang belum terselesaikan, benarkan demikian wahai paman?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“benar wahai anakku “ jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalau memang demikian tolbong berikan saya meja dan kursi, lalu duduklah ia di atasnya, namun tiba-tiba ia berkata kepada hadirin “ sesungguhnya zatku adalah zatnya ayahku, dan saya memiliki ilmu yang dimiliki oleh ayahu” . serentak jamaah yang hadir terheran-heran akan ucapan Mustafa kecil tersebut, sambil berkata kepadanya mengeaskan, wahai anakku benarkah yang engakau katakana?. Tanpa menjawab kemudian Mustafa memualai membuka pengajian sebagaimana yang diajarkan oleh sang ayah seperti ilmu hadist, ta`wil, mereka pun makin terpukau dengan umurnya yang masih belia, namun telah memiliki kemampun bak ulama besar. Sebagian dari sya’ir nya yang masyhur adalah  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ma kullu ilmin yustafadu dirosatuhu    *   la siyaman ilmuna az zahru al wahbiyyu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah semua ilmu hanya bisa dicari dengan mempelajarinya, namun ilmuku adalah pemberian dari sang maha mengetahui”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-7529407436047817677?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/7529407436047817677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/tasawwuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/7529407436047817677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/7529407436047817677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2010/02/tasawwuf.html' title='Tasawwuf'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-3136909185510404837</id><published>2009-12-24T00:18:00.001+07:00</published><updated>2009-12-24T00:19:40.652+07:00</updated><title type='text'>kumpulan artikel islami</title><content type='html'>http://www.scribd.com/doc/6851072/Doa-dan-Adab-membaca-Quran&lt;br /&gt;http://www.scribd.com/doc/22163118/Metode-Baca-Tulis-Al-Quran&lt;br /&gt;http://www.scribd.com/doc/4006727/Mencermati-Metode-Tafsir-Tematik-Bint-alSyathi&lt;br /&gt;http://www.scribd.com/doc/14432966/metodepengajaran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-3136909185510404837?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/3136909185510404837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/12/kumpulan-artikel-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/3136909185510404837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/3136909185510404837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/12/kumpulan-artikel-islami.html' title='kumpulan artikel islami'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-4484535379029811937</id><published>2009-11-18T13:52:00.002+07:00</published><updated>2009-11-18T13:55:23.377+07:00</updated><title type='text'>Metode Pengajaran Baca Tulis al-Qur'an1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Metode Pengajaran Baca Tulis al-Qur'an1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;di sadur dari seminar  mas komari barokallohu lahu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Muqoddimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang terjadi di masyarakat kita, terutama di rumah-rumah keluarga muslim semakin sepi dari bacaan ayat-ayat suci Al Qur'an. Hal ini disebabkan karena terdesak denganmunculnya berbagai produk sain dan tehnologi serta derasnya arus budaya asing yang semakinmenggeser minat untuk belajar membaca Al Qur'an sehingga banyak anggota keluarga tidakbisa membaca Al Qur'an. Akhirnya kebiasaan membaca Al Qur'an ini sudah mulai langka. Yangada adalah suara-suara radio, TV, Tape recorder, karaoke, dan lain-lain.Keadaan seperti ini adalah keadaan yang sangat memprihatinkan. Belum lagi masalahakhlak, akidah dan pelaksanaan ibadahnya, yang semakin hari semakin jauh dari tuntunanRasululloh _ . Maka sangat diperlukan kerjasama dari semua fihak untuk mengatasinya. Yaitumengembalikan kebiasaan membaca Al Qur'an di rumah-rumah kaum muslimin dan membekalikaum muslimin dengan nilai-nilai Islam, sehingga bisa hidup secara Islami demi kebahagiaandunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Pada dekade belakangan ini telah banyak metode pengajaran baca tulis Al-Qur'andikembangkan, begitu juga buku-buku panduannya telah banyak disusun dan dicetak. Parapengajar baca tulis Al-Qur'an tinggal memilih metode yang paling cocok baginya, paling efektifdan paling murah.Dunia pendidikan mengakui bahwa suatu metode pengajaran senantiasa memiliki kekuatandan kelemahan. &lt;br /&gt;Keberhasilan suatu metode pengajaran sangat ditentukan oleh beberapa hal,yaitu :&lt;br /&gt;1. Kemampuan guru.&lt;br /&gt;2. Siswa&lt;br /&gt;3. Lingkungan.&lt;br /&gt;4. Materi pelajaran.&lt;br /&gt;5. Alat pelajaran.&lt;br /&gt;6. Tujuan yang hendak dicapai.&lt;br /&gt;Dalam mengajarkan baca tulis Al-Qur'an harus menggunakan metode. Dengan menggunakanmetode yang tepat akan menjamin tercapainya tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dan meratabagi siswa.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Metode-metode baca tulis Al-Qur'an di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode-metode pembelajaran baca tulis Al-Qur'an telah banyak berkembang di Indonesiasejak lama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Tiap-tiap metode dikembangkan berdasarkan karakteristiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;1. Metode Baghdadiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode ini disebut juga dengan metode “ Eja “, berasal dari Baghdad masa pemerintahan&lt;br /&gt;khalifah Bani Abbasiyah. Tidak tahu dengan pasti siapa penyusunnya. Dan telah seabad lebih&lt;br /&gt;berkembang secara merata di tanah air.&lt;br /&gt;Secara dikdatik, materi-materinya diurutkan dari yang kongkrit ke abstrak, dari yangmudah ke yang sukar, dan dari yang umum sifatnya kepada materi yang terinci ( khusus ). Secaragaris besar, Qoidah Baghdadiyah memerlukan 17 langkah. 30 huruf hijaiyyah selalu ditampilkansecara utuh dalam tiap langkah. Seolah-olah sejumlah tersebut menjadi tema central denganberbagai variasi. Variasi dari tiap langkah menimbulkan rasa estetika bagi siswa (enak didengar )karena bunyinya bersajak berirama. Indah dilihat karena penulisan huruf yang sama. Metode inidiajarkan secara klasikal maupun privat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa kelebihan Qoidah Baghdadiyah antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Bahan/materi pelajaran disusun secara sekuensif.&lt;br /&gt;b. 30 huruf abjad hampir selalu ditampilkan pada setiap langkah secara utuh sebagai tema&lt;br /&gt;     sentral.&lt;br /&gt;c. Pola bunyi dan susunan huruf (wazan) disusun secara rapi.&lt;br /&gt;d. Ketrampilan mengeja yang dikembangkan merupakan daya tarik tersendiri.&lt;br /&gt;e. Materi tajwid secara mendasar terintegrasi dalam setiap langkah.&lt;br /&gt;    1 Disampaikan pada Pelatihan Nasional Guru dan Pengelola TK-TPA, Gedung LAN Makassar 24-26 Oktober 2008;&lt;br /&gt;       LP3Q DPP Wahdah Islamiyah&lt;br /&gt;    2 Praktisi TK-TPA, Penulis buku-buku pegangan santri TK-TPA, Pengajar di SMPN 24 Makassar.&lt;br /&gt;    3 Metode-metode mengajar Al-Qur'an di sekolah-sekolah Umum, Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam&lt;br /&gt;       1994/1995 h. 64-65&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa kekurangan Qoidah baghdadiyah antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Qoidah Baghdadiyah yang asli sulit diketahui, karena sudah mengalami beberapa modifikasi kecil.&lt;br /&gt;b. Penyajian materi terkesan menjemukan.&lt;br /&gt;c. Penampilan beberapa huruf yang mirip dapat menyulitkan pengalaman siswa.&lt;br /&gt;d. Memerlukan waktu lama untuk mampu membaca Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Metode Iqro’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode Iqro’ disusun oleh Bapak As'ad Humam dari Kotagede Yogyakarta dandikembangkan oleh AMM ( Angkatan Muda Masjid dan Musholla ) Yogyakarta denganmembuka TK Al-Qur'an dan TP Al-Qur'an. Metode Iqro’ semakin berkembang dan menyebarmerata di Indonesia setelah munas DPP BKPMI di Surabaya yang menjadikan TK Al-Qur'an danmetode Iqro’ sebagai sebagai program utama perjuangannya.Metode Iqro’ terdiri dari 6 jilid dengan variasi warna cover yang memikat perhatian anak TK Al-Qur'an.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10 sifat buku Iqro’ adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Bacaan langsung.&lt;br /&gt;b. CBSA&lt;br /&gt;c. Privat&lt;br /&gt;d. Modul&lt;br /&gt;e. Asistensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bentuk-bentuk pengajaran dengan metode Iqro’ antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. TK Al-Qur'an&lt;br /&gt;b. TP Al-Qur'an&lt;br /&gt;c. Digunakan pada pengajian anak-anak di masjid/musholla&lt;br /&gt;d. Menjadi materi dalam kursus baca tulis Al-Qur'an&lt;br /&gt;e. Menjadi program ekstra kurikuler sekolah&lt;br /&gt;f. Digunakan di majelis-majelis taklim&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;3. Metode Qiro’ati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode baca al-Qu ran Qira'ati ditemukan KH. Dachlan Salim Zarkasyi (w. 2001 M) dari&lt;br /&gt;Semarang, Jawa Tengah. Metode yang disebarkan sejak awal 1970-an, ini memungkinkan anakanakmempelajari al-Qur'an secara cepat dan mudah..&lt;br /&gt;Kiai Dachlan yang mulai mengajar al-Qur'an pada 1963, merasa metode baca al-Qur'anyang ada belum memadai. Misalnya metode Qa'idah Baghdadiyah dari Baghdad Irak, yangdianggap metode tertua, terlalu mengandalkan hafalan dan tidak mengenalkan cara baca tartil(jelas dan tepat, red.) Kiai Dachlan kemudian menerbitkan enam jilid buku Pelajaran Membaca al-Qur'anuntuk TK al-Qur'an untuk anak usia 4-6 tahun pada l Juli 1986. Usai merampungkanpenyusunannya, KH. Dachlan berwasiat, supaya tidak sembarang orang mengajarkan metodeQira'ati. Tapi semua orang boleh diajar dengan metode Qira'ati.Dalam perkembangannya, sasaran metode Qiraati kian diperluas. Kini ada Qiraati untukanak usia 4-6 tahun, untuk 6-12 tahun, dan untuk mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Secara umum metode pengajaran Qiro’ati adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Klasikal dan privat&lt;br /&gt;b. Guru menjelaskan dengan memberi contoh materi pokok bahasan, selanjutnya siswa&lt;br /&gt;    membaca sendiri ( CBSA)&lt;br /&gt;c. Siswa membaca tanpa mengeja.&lt;br /&gt;d. Sejak awal belajar, siswa ditekankan untuk membaca dengan tepat dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. Metode Al Barqy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Metode al-Barqy dapat dinilai sebagai metode cepat membaca al-Qur'an yang palingawal. Metode ini ditemukan dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya, MuhadjirSulthon pada 1965. Awalnya, al-Barqy diperuntukkan bagi siswa SD Islam at-Tarbiyah,Surabaya. Siswa yang belajar metode ini lebih cepat mampu membaca al-Qur'an. Muhadjir lantasmembukukan metodenya pada 1978, dengan judul Cara Cepat Mempelajari Bacaan al-Qur'an al-Barqy.&lt;br /&gt;MUHADJIR SULTHON MANAJEMEN (MSM) merupakan lembaga yang didirikanuntuk membantu program pemerintah dalam hal pemberantasan buta Baca Tulis Al Qur’an dan Membaca Huruf Latin. Berpusat di Surabaya, dan telah mempunyai cabang di beberapa kotabesar di Indonesia, Singapura &amp; Malaysia.Metode ini disebut ANTI LUPA karena mempunyai struktur yang apabila pada saatsiswa lupa dengan huruf-huruf / suku kata yang telah dipelajari, maka ia akan dengan mudahdapat mengingat kembali tanpa bantuan guru. Penyebutan Anti Lupa itu sendiri adalah dari hasilpenelitian yang dilakukan oleh Departemen Agama RI.Metode ini diperuntukkan bagi siapa saja mulai anak-anak hingga orang dewasa. Metodeini mempunyai keunggulan anak tidak akan lupa sehingga secara langsung dapat MEMPERMUDAH dan MEMPERCEPAT anak / siswa belajar membaca. Waktu untuk belajar membaca Al Qur’an menjadi semakin singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan yang di dapat dengan menggunakan metode ini adalah :&lt;br /&gt;a Bagi guru ( guru mempunyai keahlian tambahan sehingga dapat mengajar dengan lebih baik, bisa menambah              penghasilan di waktu luang dengan keahlian yang dipelajari),&lt;br /&gt;b Bagi Murid ( Murid merasa cepat belajar sehingga tidak merasa bosan dan menambah kepercayaan dirinya karena sudah bisa belajar dan mengusainya dalam waktu singkat, hanya satu level sehingga biayanya lebih murah),&lt;br /&gt;c Bagi Sekolah (sekolah menjadi lebih terkenal karena murid-muridnya mempunyai kemampuan untuk menguasai pelajaran lebih cepat dibandingkan dengan sekolah lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Metode Tilawati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode Tilawati disusun pada tahun 2002 oleh Tim terdiri dari Drs.H. Hasan Sadzili, Drs H. Ali Muaffa dkk. Kemudian dikembangkan oleh Pesantren Virtual Nurul Falah Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Tilawati dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang berkembang di TK-TPA, antara lain : &lt;br /&gt;Mutu Pendidikan Kualitas santri lulusan TK/TP Al Qur’an belum sesuai dengan target. &lt;br /&gt;Metode Pembelajaran Metode pembelajaran masih belum menciptakan suasana belajar yang kondusif.  Sehingga proses belajar tidak efektif.&lt;br /&gt;Pendanaan Tidak adanya keseimbangan keuangan antara pemasukan dan pengeluaran. Waktu pendidikan Waktu pendidikan masih terlalu lama sehingga banyak santri drop out sebelum khatam Al-Qur'an.&lt;br /&gt; Kelas TQA Pasca TPA TQA belum bisa terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Metode Tilawati memberikan jaminan kualitas bagi santri-santrinya, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Santri mampu membaca Al-Qur'an dengan tartil.&lt;br /&gt;b. Santri mampu membenarkan bacaan Al-Qur'an yang salah.&lt;br /&gt;c. Ketuntasan belajar santri secara individu 70 % dan secara kelompok 80%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip-prinsip pembelajaran Tilawati :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Disampaikan dengan praktis.&lt;br /&gt;b. Menggunakan lagu Rost.&lt;br /&gt;c. Menggunakan pendekatan klasikal dan individu secara seimbang.&lt;br /&gt;6. Metode Iqro’ Dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Metode Iqro’ Terpadu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kedua metode ini disusun oleh Drs. Tasrifin Karim dari Kalimantan Selatan. Iqro’ terpadu merupakan penyempurnaan dari Iqro’ Dewasa. Kelebihan Iqro’ Terpadu dibandingkan dengan Iqro’ Dewasa antara lain bahwa Iqro’ Dewasa dengan pola 20 kali pertemuan sedangkan Iqro’ Terpadu hanya 10 kali pertemuan dan dilengkapi dengan latihan membaca dan menulis.&lt;br /&gt;Kedua metode ini diperuntukkan bagi orang dewasa. Prinsip-prinsip pengajarannya seperti yang dikembangkan pada TK-TP Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Metode Iqro’ Klasikal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode ini dikembangkan oleh Tim Tadarrus AMM Yogyakarta sebagai pemampatan dari buku Iqro’ 6 jilid. Iqro’ Klasikal diperuntukkan bagi siswa SD/MI, yang diajarkan secara klasikal dan mengacu pada kurikulum sekolah formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Dirosa ( Dirasah Orang Dewasa )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dirosa merupakan sistem pembinaan islam berkelanjutan yang diawali dengan belajar baca Al-Qur’an. Panduan Baca Al Qur’an pada Dirosa disusun tahun 2006 yang dikembangkan Wahdah Islamiyah Gowa. Panduan ini khusus orang dewasa dengan sistem klasikal 20 kali pertemuan. Buku panduan ini lahir dari sebuah proses yang panjang, dari sebuah perjalanan pengajaran Al Qur'an di kalangan ibu-ibu yang dialami sendiri oleh Pencetus dan Penulis buku ini. Telah terjadi proses pencarian format yang terbaik pada pengajaran Al Qur'an di kalangan ibu-ibu selama kurang lebih 15 tahun dengan berganti-ganti metode. Dan akhirnya ditemukanlah satu format yang sementara dianggap paling ideal, paling baik dan efektif yaitu memadukan pembelajaran baca Al-Qur'an dengan pengenalan dasar-dasar keislaman. Buku panduan belajar baca Al-Qur'annya disusun tahun 2006. Sedangkan buku-buku penunjangnya juga yang dipakai pada santri TK-TP Al-Qur'an. Panduan Dirosa sudah mulai berkembang di daerah-daerah, baik Sulawesi, Kalimantan maupun beberapa daerah kepulauan Maluku; yang dibawa oleh para da,i . Secara garis besar metode pengajarannya adalah Baca-Tunjuk-Simak-Ulang, yaitu pembina membacakan, peserta menunjuk tulisan, mendengarkan dengan seksama kemudian mengulangi bacaan tadi. &lt;br /&gt;Tehnik ini dilakukan bukan hanya bagi bacaan pembina, tetapi juga&lt;br /&gt;bacaan dari sesama peserta. Semakin banyak mendengar dan mengulang, semakin besar kemungkinan untuk bisa baca Al-Qur'an lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. PQOD ( Pendidikan Qur’an Orang Dewasa )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Dikembangkan oleh Bagian dakwah LM DPP WI, yang hingga saat ini belum diekspos keluar. Diajarkan di kalangan anggota Majlis Taklim dan satu paket dengan kursus Tartil Al- Qur'an .&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Pembahasan efektivitas metode baca tulis Al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengajar baca tulis Al-Qur'an , tidak serta merta mengadopsi metode yang baru dikenalnya, apalagi jika hanya mendapatkan informasi saja tentang metode tersebut . Para&lt;br /&gt;Pembina harus melakukan kajian yang mendalam, sebelum menetapkan metode apa yang akan dipakai dalam mengajarkan baca tulis Al-Qur'an kepada santri.&lt;br /&gt;Beberapa pertimbangan dalam pemilihan metode pengajaran antara lain :&lt;br /&gt;1. Mudah dan murahnya mendapatkan pelatihan-pelatihan bagi para pembina.&lt;br /&gt;2. Mudah dikuasai oleh mayoritas Ustadz/ah&lt;br /&gt;3. Mudah dan murah mendapatkan buku panduan&lt;br /&gt;4. Mudah dan sederhana pengelolaan pengajarannya.&lt;br /&gt;Jika beberapa metode lolos pertimbangan di atas, maka ditentukan pemilihan berdasarkan skala prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Kesimpulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode apapun yang berkembang, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Efektifitas, efisiensi, cepat mudahnya sebuah metode pengajaran berbeda-beda di&lt;br /&gt;tiap daerah. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Penggabungan beberapa metode pengajaran belum tentu membuahkan hasil yang baik. Perlu konsistensi bagi pembina dalam menerapkan sebuah metode apabila telah dipilih,&lt;br /&gt;sebab ganti-ganti metode akan menyebabkan kebingungan bagi pembina, terlebih lagi bagi santri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-4484535379029811937?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/4484535379029811937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/11/metode-pengajaran-baca-tulis-al-quran1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/4484535379029811937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/4484535379029811937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/11/metode-pengajaran-baca-tulis-al-quran1.html' title='Metode Pengajaran Baca Tulis al-Qur&apos;an1'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-3859698076903897965</id><published>2009-11-14T00:11:00.003+07:00</published><updated>2009-11-14T00:36:27.536+07:00</updated><title type='text'>Study Of islamic Center</title><content type='html'>Sekretariat  : &lt;br /&gt;Jl.  Kartini Sengata Utara kutai Timur&lt;br /&gt;0813 47979 589 &amp; 0819 3382 5076 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Kegiatan Pembelajaran tentang kajian Keislaman Sudah mulai jarang digalakkan  disetiap Masjid dan Mushola, kecuali disuatu daerah yang kultur budaya ke Islaman sudah terbentuk puluhan tahun yang silam, seperti di                                  daerah Jawa, dengan pesantren sebagai pusat pengembangan kajian ke Islaman.&lt;br /&gt;Berangkat dari cita – cita tersebut kami “SIC” Study of Islamic center, ingin memberikan win win solution; memudahkan  kaum Muslimin untuk mangkaji Dirasah Islamiyah  tanpa  harus pergi jauh meninggalkan kampung tercinta. Kini Kami “SIC” hadir di tengah – tengah Anda, dengan menggunakan  metode lebih praktis; Yaitu Metode Klasik ala Pesantren degan kemasan modern,  hingga para peserta dapat menikmati proses pembelajaran tanpa harus terbebani lagi  dengan kesibukan harian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. TUJUAN &lt;br /&gt;1. Meningkatkan kesadaran &amp; Kwalitas umat islam terhadap pemahaman keislaman yang terasa kian menjauh.&lt;br /&gt;2. Menciptakan generasi islami yang mampu mempraktekkan nilai – nilai keislaman dalam setiap sendi kehidupan. 3. Upaya memakmurkan tempat ibadah Seperti Zaman Sahabat Dan Rasul&lt;br /&gt;4. Membentuk Insan yang berakhlak terhadap lingkungan &amp; Sang Kholik &lt;br /&gt;5. Mampu menterjemahkan Tex Bahasa Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. JENJANG PENDIDIKAN &lt;br /&gt;1. Bahasa Arab  Dasar, Menengah, Tinggi&lt;br /&gt;2. Jawahir Kalimiah &lt;br /&gt;3. Aqidatul Awan &lt;br /&gt;4. Akhlaq Liil Banin &lt;br /&gt;5. Wasiatul Mustafa Li Ali RA.&lt;br /&gt;6. Nurul yakin&lt;br /&gt;7. Mabadi Awwaliyah&lt;br /&gt;8. Al Fiqh Al Wadih&lt;br /&gt;9. Mabadi` Al Fiqhiyyah&lt;br /&gt;10. Bidayah wa nihayah&lt;br /&gt;11. At Targhib Wa At Tahdib&lt;br /&gt;12. Belajar Membaca Al Qur`an&lt;br /&gt;13. DLL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Setiap Kitab/Materi yang akan dipelajari “SIC” akan menerapkan metode khusus sesuai dengan Replacement Test (tet kemampuan dasar dalam pemahaman keislaman), hingga dalam penyampaiannya akan lebih efisien dan terasa menyenangkan bagi seluruh peserta dan pengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PENDAFTARAN &lt;br /&gt;- Setiap Hari kerja  :  09.00 – 16.00&lt;br /&gt;- Tempat Pendaftaran  :  &lt;br /&gt;        Sekretariat SIC Sengata Kutai timur&lt;br /&gt;- Informasi :&lt;br /&gt;Ahmadi                  : 0819 3382 5076&lt;br /&gt;Ahmad Hasbuloh    : 0857 5160 0052&lt;br /&gt;Andi    : 0813 5067 5699&lt;br /&gt;Khairul Anwar   : 0813 4744 2732  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. SYARAT PENDAFTARAN &lt;br /&gt;1. Sehat Jasmani dan Rohani &lt;br /&gt;2. Mengisi Formulir Pemilihan Paket Pembelajaran&lt;br /&gt;3. Per kelompok terdiri dari 10 s/d 20 Orang &lt;br /&gt;4. Usia : Segala Umur &lt;br /&gt;5. Biaya Pendaftararan Selama 20 x Perrtemuan / Paket&lt;br /&gt;       - 1 Kelompok 10 Peseta @. Rp. 200.000&lt;br /&gt;       - 1 Kelompok 15 Peseta @. Rp. 150.000&lt;br /&gt;       - 1 Kelompok 20 Peseta @. Rp. 100.000&lt;br /&gt;6. Pas Photo 2 Lembar ( 3 x 4 ) sertifikat &lt;br /&gt;7. Tempat Belajar di Sekretariat SIC, Masjid, Musholla, dan Langgar&lt;br /&gt;8. Pembelajaran Dimulai setelah semua persyaratan di Penuhi.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;VI. JADWAL PEEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad s/d Sabtu &lt;br /&gt;Pagi Pukul  09.00 – 10.30&lt;br /&gt;Siang Pukul 13.00 – 14.30&lt;br /&gt;Sore  Pukul 16.00 – 17.30&lt;br /&gt;Malam Pukul 18.30 – 20.00&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;VII. SOSIALISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SIC” siap memberikan Informasi sekilas tentang program kami baik di instansi , Lembaga masjid, mushola , madrasah, majlis ta’lim  dan sekolah – sekolah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formulir Pendaftaran SIC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Nama          : &lt;br /&gt;- Jenis Kelamin : &lt;br /&gt;- TTL         : &lt;br /&gt;- Alamat         : &lt;br /&gt;- No. HP         :&lt;br /&gt;- Pendidikan  :&lt;br /&gt;- Pemilihan Paket : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengata, ……......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Peserta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKILAS TENTANG SIC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SIC” adalah nama kecil dari Study of Islamic Center. “SIC” adalah sebuah Pusat Kajian Keislaman yang vocus terhadap Literatur  berbahasa arab ; Al – Qur’an, Sunnah dan Karya – Karya Ulama.&lt;br /&gt;Kami hadir sebagai solusi bagi kaum muslimin yang belum pernah mengenyam pendidikan ala pesantren, kami mengemasnya dengan lebih praktis dan mudah. Tanpa mengurangi subtansi dari pembelajaran dan pengembangan  ala pesantren. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Belajar : &lt;br /&gt;1. Kegiatan belajar selama 90 Menit setiap pertemuan&lt;br /&gt;2. Perpaket terdiri dari 20 pertemuan. &lt;br /&gt;3. Dibimbing dengan  mengartikan  perkata lalu menterjemahkanya dalam kalimat. &lt;br /&gt;4. Menciptakan  lingkungan   berbahasa arab selama pembelajaran. &lt;br /&gt;5. Penggunaan metode bervariasi, tergantung kemampuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-3859698076903897965?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/3859698076903897965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/11/stuy-of-islamic-center.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/3859698076903897965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/3859698076903897965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/11/stuy-of-islamic-center.html' title='Study Of islamic Center'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-136241755178150741</id><published>2009-11-13T23:00:00.000+07:00</published><updated>2009-11-13T23:01:03.780+07:00</updated><title type='text'>Mengetahui orang yang paling sering melihat FB kita</title><content type='html'>Mengetahui orang yang paling sering melihat FB kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu siapa yang paling sering melihat profil Facebook kita? Ini dia tips facebook terbaru. Oke kalau mau tahu ikuti langkah-langkahku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Login account facebook kamu&lt;br /&gt;    * Kemudian buka lagi web browsermu lalu masuklah ke halaman aplikasi FanCheck di http://apps.facebook.com/fancheck/&lt;br /&gt;    * Setelah masuk, klik link 'Click Here To Find Out'&lt;br /&gt;    * Klik Allow &gt; Allow Access&lt;br /&gt;    * Setelah itu akan diberikan daftar teman facebook kita yang paling sering melihat profile kita. Ada peringkat berdasarkan angka. Semakin tinggi angkanya itulah yang paling sering melihat profile facebook kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-136241755178150741?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/136241755178150741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/11/mengetahui-orang-yang-paling-sering.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/136241755178150741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/136241755178150741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/11/mengetahui-orang-yang-paling-sering.html' title='Mengetahui orang yang paling sering melihat FB kita'/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5484627910561381847.post-7103228216892329434</id><published>2009-11-10T10:17:00.001+07:00</published><updated>2009-11-10T10:18:47.494+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/06/menanggapi-beberapa-pertanyaan-dari.html"&gt;Cara membuat kategori (label)&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   Menanggapi beberapa pertanyaan dari para  sobat yang di ajukan baik melalui shoutbox, kotak komentar dan bahkan ada yang melalui yahoo messenger menyoal tentang bagaimana cara membuat kategori dari artiekl-artikel yang telah di posting. Memang betul, tentu dengan adanya pengkategorian atau pengelompokan artikel yang telah di posting oleh pemilik blog dapat lebih mempermudah bagi para pembaca untuk memilih artikel mana yang ingin dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Di blogger.com fasilitas ini sebenarnya sudah di sediakan, akan tetapi walaupun fasilitas tersebut telah tersedia tentu saja jika kita tidak mengetahui cara menggunakannya akan menjadi tidak berguna. Untuk membuat kategori, di blogger.com di kenal dengan istilah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Label&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Dengan adanya fasilitas ini kita sebagai pemilik blog hanya tinggal mengisi kotak label yang di sedikan pada setiap posting artikel, sangat simpel dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak membingungkan, silahkan sobat lihat pada akhir postingan artikel ini.  Disana ada tulisan seperti ini : &lt;b&gt;Labels : Blog tutorial, membuat label&lt;/b&gt;. Nah berarti postingan ini termasuk ke dalam dua kategori, yaitu kategori &lt;i&gt;Blog tutorial&lt;/i&gt; dan kategori &lt;i&gt;membuat label&lt;/i&gt;. Untuk melihat fungsi dari label ini silahkan sobat klik label yang bertuliskan &lt;i&gt;Blog tutorial&lt;/i&gt;, maka secara otomatis seluruh postingan yang saya beri label &lt;i&gt;Blog tutorial&lt;/i&gt; akan di tampilkan dan siap untuk di baca oleh pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana cara membuat label?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat sebuah kategori atau label, sobat hanya tinggal mengisi kotak kosong di samping tulisan &lt;b&gt;Label untuk postingan ini :&lt;/b&gt; (karena sekarang blogger sudah ada yang berbahasa indonesia) yang berada di bawah kotak tempat membuat artikel.  Isi kotak tersebut dengan kategori yang kira-kiracocok untuk postingan yang kita buat. Contoh : &lt;i&gt;liburan musim dingin&lt;/i&gt;. Satu postingan tidak hanya terpatok hanya pada satu kategori saja, akan tetapi satu postingan bisa mempunyai beberapa kategori. untuk membuatnya tinggal di pisahkan dengan tanda koma ( , )saja, misal untuk postingan artikel blog ini ada yang ber label &lt;b&gt;Blog tutorial, blog tools, aksesori blog&lt;/b&gt;, karena postingan tersebut memang cocok dan masuk kedalam ketiga kategori tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah kategori (label) bisa di tampilkan di sidebar?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sobat para pengguna template baru, Label (kategori) bisa di tampilkan di sidebar, dan biasanya element label ini sudah tersedia ketika baru memasang template. Jika element label belum tersidia, sobat bisa membuatnya sendiri, silahkan ikuti langkah - langkah berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sig in di blogger dengan id sobat&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Klik menu &lt;b&gt;Layout&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Klik menu &lt;b&gt;Elemen Halaman&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Klik tulisan &lt;b&gt;Tambahkan sebuah Elemen Halaman&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Klik tombol yang bertuliskan &lt;b&gt;TAMBAHKAN KE BLOG&lt;/b&gt; yang berada di bawah tulisan &lt;b&gt;Label&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tulisan &lt;i&gt;Labels&lt;/i&gt; di samping tulisan &lt;b&gt;Judul&lt;/b&gt; bisa sobat rubah menjadi &lt;b&gt;Kategori&lt;/b&gt; jika sobat mau merubahnya&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pilih radio button yang sobat inginkan di samping tulisan &lt;b&gt;Menyortir&lt;/b&gt;, Alfabetik : jika kategori ingin di tampilkan sesuai dengan abjad alfabetik ( dari A --&gt; Z ), Berdasarkan Frekuensi : jika kategori ingin ditampilkan sesuai dengan banyaknya label (kategori)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Klik tombol yang bertuliskan &lt;b&gt;SIMPAN PERUBAHAN&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Selesai.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit pengumumam, karena blogger sekarang sudah ada yang berbahasa indonesia, maka mulai sekarang dalam memandu mengikuti dengan memakai yang berbahasa indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba ! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5484627910561381847-7103228216892329434?l=studyofislamiccenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/feeds/7103228216892329434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/11/cara-membuat-kategori-label-menanggapi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/7103228216892329434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5484627910561381847/posts/default/7103228216892329434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyofislamiccenter.blogspot.com/2009/11/cara-membuat-kategori-label-menanggapi.html' title=''/><author><name>study of islamic center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01777029341036475427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_PYFLZqHasWg/SwOgwjDqBjI/AAAAAAAAAAU/n84oqWUiURU/S220/23.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
